Bab Kebolehan Puasa dan Berbuka di Bulan Ramadan bagi Musafir yang Tidak dalam Dosa jika Perjalanannya Dua Marhalah atau Lebih dan Bahwa yang Terbaik bagi yang Mampu Tanpa Bahaya adalah Puasa dan bagi yang Sulit adalah Berbuka
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ، - يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الْمَجِيدِ - حَدَّثَنَا جَعْفَرٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، - رضى الله عنهما - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم خَرَجَ عَامَ الْفَتْحِ إِلَى مَكَّةَ فِي رَمَضَانَ فَصَامَ حَتَّى بَلَغَ كُرَاعَ الْغَمِيمِ فَصَامَ النَّاسُ ثُمَّ دَعَا بِقَدَحٍ مِنْ مَاءٍ فَرَفَعَهُ حَتَّى نَظَرَ النَّاسُ إِلَيْهِ ثُمَّ شَرِبَ فَقِيلَ لَهُ بَعْدَ ذَلِكَ إِنَّ بَعْضَ النَّاسِ قَدْ صَامَ فَقَالَ " أُولَئِكَ الْعُصَاةُ أُولَئِكَ الْعُصَاةُ " .
Jabir b. 'Abdullah (Allah be pleased with both of them) melaporkan bahwa Rasulullah (ﷺ) keluar ke Makkah di bulan Ramadan di tahun Pembebasan, dan beliau serta orang-orang berpuasa hingga beliau sampai di Kura' al-Ghamim dan orang-orang juga berpuasa. Kemudian beliau meminta segelas air yang diangkatnya hingga orang-orang melihatnya, lalu beliau meminumnya. Beliau diberitahu setelah itu bahwa beberapa orang telah melanjutkan puasa, dan beliau berkata: "Orang-orang itu adalah orang-orang yang durhaka; mereka adalah orang-orang yang durhaka."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
