Bab – Penjelasan tentang keadaan manusia di Hari Kiamat
Shahih
haddatsana muhammadu ibnu abi umara, haddatsana sufyanu, an suhayli ibni abi shalihin, an abihi, an abi hurayraha, qala qalu ya rasula allahi hal nara rabbana yawma alqiyamahi qala " hal tudharruna fi ruyahi assyamsi fi azzhahirahi laysat fi sahabahin ". qalu la. qala " fahal tudharruna fi ruyahi alqamari laylaha albadri laysa fi sahabahin ". qalu la. qala " fawaadzi nafsi biyadihi la tudharruna fi ruyahi rabbikum ila kama tudharruna fi ruyahi ahadihima - qala - fayalqa alabda fayaqulu a ful alam ukrimka wausawwidka wauzawwijka wausakkhir laka alkhayla waalibila waadzarka tarasu watarbau fayaqulu bala. qala fayaqulu afazhananta annaka mulaqiyya fayaqulu la. fayaqulu fainni ansaka kama nasitani. tsumma yalqa attsaniya fayaqulu a ful alam ukrimka wausawwidka wauzawwijka wausakkhir laka alkhayla waalibila waadzarka tarasu watarbau fayaqulu bala a rabbi. fayaqulu afazhananta annaka mulaqiyya fayaqulu la. fayaqulu fainni ansaka kama nasitani. tsumma yalqa attsalitsa fayaqulu lahu mitsla dzalika fayaqulu ya rabbi amantu bika wabikitabika wabirusulika washallaytu washumtu watashaddaqtu. wayutsni bikhayrin ma astathaa fayaqulu ha huna idzan - qala - tsumma yuqalu lahu alana nabatsu syahidana alayka. wayatafakkaru fi nafsihi man dza adzi yasyhadu alaa fayukhtamu ala fihi wayuqalu lifakhidzihi walahmihi waizhamihi anthiqi fatanthiqu fakhidzuhu walahmuhu waizhamuhu biamalihi wadzalika liyudzira min nafsihi. wadzalika almunafiqu wadzalika adzi yaskhathu allahu alayhi ".
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah kita akan dapat melihat Tuhan kita pada Hari Kiamat?” Beliau menjawab: “Apakah kalian kesulitan melihat matahari saat terik tanpa awan?” Mereka menjawab: “Tidak.” Beliau bertanya lagi: “Apakah kalian kesulitan melihat bulan purnama tanpa awan?” Mereka menjawab: “Tidak.” Nabi ﷺ berkata: “Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tidak akan kesulitan melihat Tuhan kalian sebagaimana kalian tidak kesulitan melihat keduanya.” Kemudian Allah menghadapkan seorang hamba pada-Nya dan berfirman: “Wahai fulan, bukankah Aku telah memuliakanmu, menjadikanmu pemimpin, memberimu pasangan, menundukkan untukmu kuda dan unta, serta memberimu kekuasaan?” Hamba itu menjawab: “Benar.” Allah bertanya: “Apakah engkau menyangka tidak akan bertemu dengan-Ku?” Ia menjawab: “Tidak.” Allah berkata: “Maka hari ini Aku melupakanmu sebagaimana engkau dahulu melupakan-Ku.” Kemudian didatangkan orang kedua dan diberi pertanyaan serupa, dan ia menjawab sama. Allah pun berkata: “Hari ini Aku melupakanmu sebagaimana engkau melupakan-Ku.” Lalu didatangkan orang ketiga, dan ia berkata: “Wahai Tuhanku, aku beriman kepada-Mu, kepada Kitab-Mu dan Rasul-Mu. Aku shalat, puasa, dan bersedekah.” Ia menyebut kebaikan-kebaikan yang ia lakukan sejauh yang mampu. Allah berfirman: “Sekarang Kami datangkan saksi atasmu.” Orang itu bertanya-tanya siapa yang akan menjadi saksi. Lalu mulutnya ditutup dan dikatakan kepada paha, daging, dan tulangnya: “Berkatalah!” Maka anggota tubuhnya berbicara dan menjadi saksi atas amalnya. Hal itu dilakukan agar ia tidak mempunyai alasan lagi. Dialah orang munafik, dan Allah murka kepadanya.