Bab
Shahih
haddatsana abu bakri ibnu annadhri ibni abi annadhri, haddatsani abu annadhri, hasyimu ibnu alqasimi haddatsana ubaydu allahi alasyjaiyyu, an sufyana attsawriyyi, an ubaydin almuktibi, an fudhaylin, ani assyabiyyi, an anasi ibni malikin, qala kunna inda rasuli allahi fadhahika faqala " hal tadruna mimma adhhaku ". qala qulna allahu warasuluhu alamu. qala " min mukhathabahi alabdi rabbahu yaqulu ya rabbi alam tujirni mina azzhulmi qala yaqulu bala. qala fayaqulu fainni la ujizu ala nafsi ila syahidan minni qala fayaqulu kafa ibinafsika alyawma alayka syahidan wabialkirami alkatibina syuhudan - qala - fayukhtamu ala fihi fayuqalu larkanihi anthiqi. qala fatanthiqu biamalihi - qala - tsumma yukhalla baynahu wabayna alkalami - qala - fayaqulu budan lakunna wasuhqan. faankunna kuntu unadhilu ".
Anas bin Malik melaporkan: Kami berada di hadapan Rasulullah ﷺ ketika beliau tersenyum, dan berkata: "Apakah kalian tahu mengapa aku tertawa?" Kami menjawab: "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Lalu beliau berkata: "Itu karena (terlintas dalam pikiranku) pembicaraan yang akan dilakukan oleh hamba dengan Tuhannya (pada Hari Kiamat). Ia akan berkata: "Ya Tuhanku, apakah Engkau tidak menjamin perlindungan bagiku dari ketidakadilan?" Ia akan berkata: "Ya." Kemudian hamba itu berkata: "Aku tidak menganggap sah saksi melawan diriku kecuali diriku sendiri," dan Dia akan berkata: "Cukuplah dirimu sendiri sebagai saksi atas dirimu dan dua malaikat yang ditugaskan untuk mencatat amal perbuatanmu. Kemudian segel akan dipasang di mulutnya dan akan dikatakan kepada tangan dan kakinya untuk berbicara dan mereka akan berbicara tentang amal perbuatannya. Kemudian mulutnya akan dibebaskan untuk berbicara, ia akan berkata (kepada tangan dan kaki): "Menjauhlah, semoga laknat Allah menimpamu. Karena kalianlah aku berdebat."
Ringkasan, rujukan ulama, dan hikmah praktis