Bab Larangan Mengenai Penyimpanan dalam Tempat Hijau
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، عَنِ التَّيْمِيِّ، ح وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ، أَيُّوبَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ، أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ التَّيْمِيُّ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنِ الْجَرِّ أَنْ يُنْبَذَ فِيهِ .
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Zurai, dari al-Taimi, dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub, telah menceritakan kepada kami Ibn Ulayyah, telah mengabarkan kepada kami Sulaiman al-Taimi, dari Abu Nadrah, dari Abu Said, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم melarang (persiapan) Nabidh dalam tempat hijau (yang diolesi dengan tar).
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
