Bab Larangan Menggunakan Kendi Tanah Hijau
أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، قَالَ أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الشَّيْبَانِيِّ، قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ أَبِي أَوْفَى، يَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ الأَخْضَرِ . قُلْتُ فَالأَبْيَضُ قَالَ لاَ أَدْرِي .
Diriwayatkan bahwa Ash-Shaibani berkata: 'Aku mendengar Ibn Abi Awfa berkata: 'Rasulullah (ﷺ) melarang nabidh yang dibuat dalam kendi tanah hijau.' Aku bertanya: 'Bagaimana dengan yang putih?' Ia menjawab: 'Aku tidak tahu.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
