Shahih Muslim · Kitab Minuman · No. 1997

Bab Larangan Terhadap Pembuatan Nabidh dalam Gourd dan Tempat Lain

Shahih

وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَسُرَيْجُ بْنُ يُونُسَ، - وَاللَّفْظُ لأَبِي بَكْرٍ - قَالاَ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ، عَنْ مَنْصُورِ بْنِ حَيَّانَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، قَالَ أَشْهَدُ عَلَى ابْنِ عُمَرَ وَابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُمَا شَهِدَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ نَهَى عَنِ الدُّبَّاءِ وَالْحَنْتَمِ وَالْمُزَفَّتِ وَالنَّقِيرِ ‏.‏

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Shaibah dan Surayj bin Yunus - dan lafazh ini dari Abu Bakr - keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Marwan bin Muawiyah, dari Mansur bin Hayyan, dari Sa'id bin Jubair, ia berkata: "Saya bersaksi bahwa Ibnu Umar dan Ibnu Abbas bersaksi bahwa Rasulullah ﷺ melarang (pembuatan) Nabidh dalam labu, dalam wadah yang diolesi dengan ter, dan dalam tunggul yang berongga."