Bab Perintah untuk Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya
Shahih
haddatsana khalafu ibnu hisyamin, haddatsana hammadu ibnu zaydin, an abi jamraha, qala samitu abna abbasin, h wahaddatsana yahya ibnu yahya, - waallafzhu lahu - akhbarana abbadu ibnu abbadin, an abi jamraha, ani abni abbasin, qala qadima wafdu abdi alqaysi ala rasuli allahi faqalu ya rasula allahi inna hadza alhaa min rabiaha waqad halat baynana wabaynaka kuffaru mudhara fala nakhlushu ilayka ila fi syahri alharami famurna biamrin namalu bihi wanadu ilayhi man waraana. qala " amurukum biarbain waanhakum an arbain alimani biallahi - tsumma fassaraha lahum faqala - syahadahi an la ilaha ila allahu waanna muhammadan rasulu allahi waiqami asshalahi waitai azzakahi waan tuaddu khumusa ma ghanimtum waanhakum ani addubbai waalhantami waannaqiri waalmuqayyari ". zada khalafun fi riwayatihi " syahadahi an la ilaha ila allahu ". waaqada wahidahan.
Diriwayatkan dari Ibn Abbas bahwa sebuah delegasi dari Abdul Qais datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata: 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami adalah suku Rabi'ah dan di antara kami dan Anda terdapat orang-orang kafir Mudar, sehingga kami tidak dapat datang kepada Anda kecuali di bulan haram. Perintahkan kepada kami suatu amalan yang kami lakukan dan kami ajak orang-orang di belakang kami.' Maka Rasulullah ﷺ bersabda: 'Aku perintahkan kepada kalian empat perkara dan melarang kalian dari empat perkara. (Empat perkara yang diperintahkan adalah): Iman kepada Allah, kemudian beliau menjelaskan: Syahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, dan kalian membayar khumus (seper lima) dari harta rampasan yang kalian peroleh, dan aku melarang kalian menggunakan labu bundar, bejana anggur, pot kayu, atau kulit untuk anggur.'