Bab Keutamaan Memberi Tenggang kepada Orang yang Kesulitan
Shahih
haddatsana yahya ibnu yahya, waabu bakri ibnu abi syaybaha waabu kuraybin waishaqu ibnu ibrahima - waallafzhu liyahya - qala yahya akhbarana waqala alakharuna, haddatsana abu muawiyaha, ani alamasyi, an syaqiqin, an abi masudin, qala qala rasulu allahi " husiba rajulun mimman kana qablakum falam yujad lahu mina alkhayri syaun ila annahu kana yukhalithu annasa wakana musiran fakana yamuru ghilmanahu an yatajawazu ani almusiri qala qala allahu azza wajalla nahnu ahaqqu bidzalika minhu tajawazu anhu ".
Dari Abu Mas'ud (semoga Allah meridhainya) bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Seorang lelaki dari orang-orang yang hidup sebelum kalian dihisab (oleh Allah pada Hari Kiamat) dan tidak ditemukan kebaikan dalam catatannya kecuali bahwa dia adalah seorang yang kaya dan berurusan dengan orang-orang serta memerintahkan para pelayannya untuk bersikap lembut kepada orang-orang yang kesulitan. Maka Allah, Yang Maha Tinggi dan Maha Agung, berkata: 'Kami lebih berhak untuk itu, maka maafkanlah (kesalahannya).'"