Shahih Muslim · Kitab Pembebasan · No. 1510

Bab Keutamaan Membebaskan Orang Tua

Shahih

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏"‏ لاَ يَجْزِي وَلَدٌ وَالِدًا إِلاَّ أَنْ يَجِدَهُ مَمْلُوكًا فَيَشْتَرِيَهُ فَيُعْتِقَهُ ‏"‏ ‏.‏ وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ أَبِي شَيْبَةَ ‏"‏ وَلَدٌ وَالِدَهُ ‏"‏ ‏.‏

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Zuhair bin Harb, keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Suhail, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Seorang anak tidak dapat membalas budi kepada orang tuanya kecuali jika ia menjumpainya dalam keadaan sebagai budak, lalu ia membelinya dan memerdekakannya." Dan dalam riwayat Ibn Abu Syaibah: "Anak dan orang tuanya."