Bab Dosa Orang yang Mencela Budaknya
Shahih
waqala allaytsu haddatsani yunusu, ani abni syihabin, qala urwahu qalat aisyahu rdh allah nh inna bariraha dakhalat alayha tastainuha fi kitabatiha waalayha khamsahu awaqin, nujjimat alayha fi khamsi sinina, faqalat laha aisyahu wanafisat fiha araayti in adadtu lahum addahan wahidahan, ayabiuki ahluki, fautiqaki, fayakuna walauki li fadzahabat barirahu ila ahliha, faaradhat dzalika alayhim faqalu la ila an yakuna lana alwalau. qalat aisyahu fadakhaltu ala rasuli allahi fadzakartu dzalika lahu. faqala laha rasulu allahi " asytariha faatiqiha, fainnama alwalau liman ataqa ". tsumma qama rasulu allahi faqala " ma balu rijalin yasytarithuna syuruthan laysat fi kitabi allahi, mani asytaratha syarthan laysa fi kitabi allahi fahwa bathilun, syarthu allahi ahaqqu waawtsaqu ".
Aisyah (ra) berkata: "Sesungguhnya Barira datang kepadaku untuk meminta bantuanku dalam menulis surat pembebasannya dan dia harus membayar lima uqiyah (emas) dalam lima kali angsuran. Aisyah berkata kepadanya, 'Apakah kamu pikir jika aku membayar seluruh jumlah sekaligus, tuanmu akan menjualmu kepadaku, dan aku akan membebaskanmu dan wala' (hak perwalian)mu akan untukku?' Barira pergi kepada tuannya dan memberitahukan tawaran itu. Mereka berkata bahwa mereka tidak akan setuju kecuali wala'nya untuk mereka. Aisyah kemudian berkata, 'Aku pergi kepada Rasulullah ﷺ dan memberitahukan hal itu kepadanya.' Rasulullah ﷺ berkata kepadanya, 'Beli Barira dan bebaskan dia, karena wala' adalah untuk yang membebaskan.' Kemudian Rasulullah ﷺ berdiri dan berkata, 'Apa yang terjadi dengan orang-orang yang menetapkan syarat-syarat yang tidak ada dalam Kitab Allah? Jika ada yang menetapkan syarat yang tidak ada dalam Kitab Allah, maka syarat itu batal. Syarat Allah adalah yang paling benar dan paling kuat.'