Sunan Ibnu Majah · Kitab Pelaksanaan Shalat dan Sunnah di Dalamnya · No. 978

Bab Siapa yang Disunnahkan untuk Mengikuti Imam

Shahih oleh Darussalam

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ، عَنْ أَبِي الأَشْهَبِ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ ﷺ ـ رَأَى فِي أَصْحَابِهِ تَأَخُّرًا فَقَالَ " تَقَدَّمُوا فَأْتَمُّوا بِي، وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ، لاَ يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمُ اللَّهُ " .

haddatsana abu kuraybin, haddatsana abnu abi zaidaha, an abi alasyhabi, an abi nadhraha, an abi saidin, anna rasula allahi raa fi ashhabihi taakkhuran faqala " taqaddamu fatammu bi, walyatamma bikum man badakum, la yazalu qawmun yataakkharuna hatta yuakkhirahumu allahu ".

Dari Abu Sa’id, bahwa Rasulullah ﷺ melihat di antara sahabat-sahabatnya ada yang tertinggal, lalu beliau bersabda: "Majulah dan ikutilah aku, dan biarkan orang-orang yang di belakangmu mengikuti kalian. Tidaklah ada sekelompok orang yang tertinggal, kecuali Allah akan menempatkan mereka di belakang."

Penjelasan