Bab tentang apa yang wajib bagi imam
Shahih oleh Darussalam
حَدَّثَنَا مُحْرِزُ بْنُ سَلَمَةَ الْعَدَنِيُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَرْمَلَةَ، عَنْ أَبِي عَلِيٍّ الْهَمْدَانِيِّ، أَنَّهُ خَرَجَ فِي سَفِينَةٍ فِيهَا عُقْبَةُ بْنُ عَامِرٍ الْجُهَنِيُّ فَحَانَتْ صَلاَةٌ مِنَ الصَّلَوَاتِ فَأَمَرْنَاهُ أَنْ يَؤُمَّنَا وَقُلْنَا لَهُ إِنَّكَ أَحَقُّنَا بِذَلِكَ أَنْتَ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ ـ ﷺ ـ فَأَبَى فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ـ ﷺ ـ يَقُولُ " مَنْ أَمَّ النَّاسَ فَأَصَابَ، فَالصَّلاَةُ لَهُ وَلَهُمْ، وَمَنِ انْتَقَصَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَعَلَيْهِ، وَلاَ عَلَيْهِمْ " .
Diriwayatkan dari Abu Ali Al-Hamdani bahwa ia keluar di dalam sebuah kapal yang di dalamnya terdapat ‘Uqbah bin ‘Amir Al-Juhani. Ketika waktu shalat tiba, kami menyuruhnya untuk memimpin kami dalam shalat dan berkata kepadanya: “Engkau adalah yang paling berhak untuk itu, engkau adalah sahabat Rasulullah ﷺ.” Namun ia menolak dan berkata: “Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Siapa yang memimpin manusia dan melakukannya dengan benar, maka shalat itu untuknya dan untuk mereka, tetapi jika ia kurang, maka itu akan menjadi beban baginya tetapi tidak bagi mereka.’”