Bab Mengangkat Pandangan kepada Imam dalam Shalat
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ، رضى الله عنهما قَالَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَصَلَّى، قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ، رَأَيْنَاكَ تَنَاوَلُ شَيْئًا فِي مَقَامِكَ، ثُمَّ رَأَيْنَاكَ تَكَعْكَعْتَ. قَالَ " إِنِّي أُرِيتُ الْجَنَّةَ، فَتَنَاوَلْتُ مِنْهَا عُنْقُودًا، وَلَوْ أَخَذْتُهُ لأَكَلْتُمْ مِنْهُ مَا بَقِيَتِ الدُّنْيَا ".
Dari Abdullah bin Abbas, رضي الله عنهما, berkata: Pernah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah. Beliau melaksanakan shalat gerhana. Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah! Kami melihat Anda mencoba mengambil sesuatu saat berdiri di tempat Anda dan kemudian kami melihat Anda mundur." Rasulullah (ﷺ) berkata, "Saya diperlihatkan surga dan ingin mengambil seikat buah darinya. Seandainya saya mengambilnya, kalian akan memakannya selama dunia ini ada."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
