Bab Tentang Takdir
Shahih oleh Darussalam
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرِ بْنِ زُرَارَةَ، حَدَّثَنَا شَرِيكٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ رِبْعِيٍّ، عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " لاَ يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُؤْمِنَ بِأَرْبَعٍ بِاللَّهِ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ وَبِالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْقَدَرِ " .
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Amir bin Zararah, telah menceritakan kepada kami Syariq, dari Mansur, dari Rib'i, dari Ali, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Tidaklah seorang hamba beriman hingga ia beriman kepada empat perkara: kepada Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya; bahwa aku adalah utusan Allah; kepada kebangkitan setelah mati; dan kepada takdir.'