Sunan Ibnu Majah · Kitab Thaharah dan Sunnah-sunnahnya · No. 614

Bab Tentang Menyembunyikan Diri Saat Mandi

Shahih oleh Darussalam

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ الْمِصْرِيُّ، أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نَوْفَلٍ، أَنَّهُ قَالَ سَأَلْتُ فَلَمْ أَجِدْ أَحَدًا يُخْبِرُنِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ ﷺ ـ سَبَّحَ فِي سَفَرٍ حَتَّى أَخْبَرَتْنِي أُمُّ هَانِئٍ بِنْتُ أَبِي طَالِبٍ أَنَّهُ قَدِمَ عَامَ الْفَتْحِ فَأَمَرَ بِسِتْرٍ فَسُتِرَ عَلَيْهِ فَاغْتَسَلَ ثُمَّ سَبَّحَ ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ ‏.‏

Dari Abdullah bin Harith bin Nawfal, ia berkata: 'Aku bertanya apakah Rasulullah ﷺ shalat sunnah saat bepergian, tetapi aku tidak menemukan siapa pun yang memberitahuku hingga Umm Hani' binti Abu Talib memberitahuku bahwa ia datang pada tahun penaklukan (Makkah). Ia memerintahkan agar diadakan tirai, dan itu dilakukan, lalu ia mandi; kemudian ia shalat delapan raka'at.'