Bab Siapa yang Mengatakan Mandi dari Thaharah ke Thaharah
Shahih oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ زِيَادٍ، قَالَ أَنْبَأَنَا ح، وَأَخْبَرَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا شَرِيكٌ، عَنْ أَبِي الْيَقْظَانِ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ فِي الْمُسْتَحَاضَةِ " تَدَعُ الصَّلاَةَ أَيَّامَ أَقْرَائِهَا ثُمَّ تَغْتَسِلُ وَتُصَلِّي وَالْوُضُوءُ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ " . قَالَ أَبُو دَاوُدَ زَادَ عُثْمَانُ " وَتَصُومُ وَتُصَلِّي " .
Dari kakek Adi bin Thabit: Nabi ﷺ bersabda tentang wanita yang mengalami darah yang berkepanjangan: Ia harus meninggalkan shalat pada masa haidnya; kemudian ia harus mandi dan shalat. Ia harus berwudhu untuk setiap shalat. Abu Dawud berkata: 'Utsman menambahkan: Ia harus berpuasa dan shalat.