Bab Pilihan Budak Perempuan Ketika Dimerdekakan
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ مَضَى فِي بَرِيرَةَ ثَلاَثُ سُنَنٍ خُيِّرَتْ حِينَ أُعْتِقَتْ وَكَانَ زَوْجُهَا مَمْلُوكًا وَكَانُوا يَتَصَدَّقُونَ عَلَيْهَا فَتُهْدِي إِلَى النَّبِيِّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ فَيَقُولُ " هُوَ عَلَيْهَا صَدَقَةٌ وَهُوَ لَنَا هَدِيَّةٌ " . وَقَالَ " الْوَلاَءُ لِمَنْ أَعْتَقَ " .
Diriwayatkan bahwa Aisyah berkata: 'Tiga Sunan ditetapkan karena Barirah: Dia diberikan pilihan (apakah akan tetap menikah) ketika dia dimerdekakan, dan suaminya adalah seorang budak; mereka biasa memberinya sedekah dan dia memberikannya sebagai hadiah kepada Nabi (ﷺ), dan beliau berkata: 'Itu adalah sedekah untuknya dan hadiah bagi kami,' dan beliau berkata, 'Wala' adalah untuk orang yang memerdekakan budak.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
