Bab Keutamaan Umar radhiyallahu 'anhu
Shahih oleh Darussalam
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، أَخْبَرَنِي الْجُرَيْرِيُّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ، قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ أَىُّ أَصْحَابِهِ كَانَ أَحَبَّ إِلَيْهِ قَالَتْ أَبُو بَكْرٍ . قُلْتُ ثُمَّ أَيُّهُمْ قَالَتْ عُمَرُ . قُلْتُ ثُمَّ أَيُّهُمْ قَالَتْ أَبُو عُبَيْدَةَ .
Diriwayatkan dari 'Abdullah bin Shaqiq, ia berkata: "Saya bertanya kepada 'Aisyah: 'Siapa di antara para Sahabat yang paling dicintai olehnya?' Ia menjawab: 'Abu Bakar.' Saya bertanya: 'Kemudian siapa lagi?' Ia menjawab: 'Umar.' Saya bertanya: 'Kemudian siapa lagi?' Ia menjawab: 'Abu Ubaidah.'"