Bab Jika Melanggar Karena Lupa Dalam Sumpah
Shahih
haddatsana farwahu ibnu abi almaghrai, haddatsana aliyyu ibnu mushirin, an hisyami ibni urwaha, an abihi, an aisyaha rdh allah nh qalat huzima almusyrikuna yawma uhudin hazimahan turafu fihim, fasharakha iblisu a ibada allahi ukhrakum, farajaat ulahum fajtaladat hiya waukhrahum, fanazhara hudzayfahu ibnu alyamani faidza huwa biabihi faqala abi abi. qalat fawaallahi ma anhajazu hatta qataluhu, faqala hudzayfahu ghafara allahu lakum. qala urwahu fawaallahi ma zalat fi hudzayfaha minha baqiyyahun hatta laqiya allaha.
Dari Aisyah: Ketika orang-orang musyrik dikalahkan pada (tahap pertama) perang Uhud, setan berteriak, "Wahai hamba-hamba Allah! Waspadalah terhadap apa yang ada di belakangmu!" Maka barisan depan kaum Muslim menyerang barisan belakang mereka sendiri. Hudzaifah bin Al-Yaman melihat dan ketika melihat ayahnya, ia berteriak: "Ayahku! Ayahku!" Demi Allah! Orang-orang tidak berhenti hingga mereka membunuh ayahnya. Hudzaifah kemudian berkata, "Semoga Allah mengampuni kalian." Urwah (perawi yang menyampaikan) menambahkan, "Hudzaifah terus meminta ampun kepada Allah untuk para pembunuh ayahnya hingga ia menemui Allah (hingga ia meninggal)."