Bab Perang Uhud
Shahih
haddatsana yahya ibnu yahya attamimiyyu, haddatsana abdu alazizi ibnu abi hazimin, an abihi, annahu samia sahla ibna sadin, yusalu an jurhi, rasuli allahi yawma uhudin faqala juriha wajhu rasuli allahi wakusirat rabaiyatuhu wahusyimati albaydhahu ala rasihi fakanat fathimahu ibintu rasuli allahi taghsilu addama wakana aliyyu ibnu abi thalibin yaskubu alayha bialmijanni falamma raat fathimahu anna almaa la yazidu addama ila katsrahan akhadzat qithaha hashirin faahraqathu hatta shara ramadan tsumma alshaqathu bialjurhi fastamsaka addamu.
Telah diriwayatkan dari Abdul Aziz bin Abu Hazim, yang mendengar dari ayahnya (Abu Hazim). Ia mendengar dari Sahl bin Sa'd yang ditanya tentang luka yang dialami oleh Rasulullah ﷺ pada hari Perang Uhud. Ia berkata: Wajah Rasulullah ﷺ terluka, gigi depannya patah dan helmnya hancur. Fatimah, putri Rasulullah ﷺ, sedang mencuci darah (dari kepalanya), dan Ali bin Abu Talib menuangkan air ke atasnya dari sebuah perisai. Ketika Fatimah melihat bahwa darah semakin banyak akibat (air) yang dituangkan (ke luka), ia mengambil sepotong tikar dan membakarnya hingga menjadi abu. Ia menempelkan abu itu pada luka dan darah pun berhenti.