Bab Perang Thaif di Bulan Syawal Tahun Kedelapan
Shahih
haddatsana muhammadu ibnu bassyarin, haddatsana muadzu ibnu muadzin, haddatsana abnu awnin, an hisyami ibni zaydi ibni anasi ibni malikin, an anasi ibni malikin rdh allah nh qala lamma kana yawmu hunaynin aqbalat hawazinu waghathafanu waghayruhum ibinaamihim wadzarariyyihim, wamaa annabiyyi asyarahu alafin wamina atthulaqai, faadbaru anhu hatta baqiya wahdahu, fanada yawmaidzin nidaayni lam yakhlith baynahuma, atafata an yaminihi, faqala " ya masyara alanshari ". qalu labbayka ya rasula allahi, absyir nahnu maaka. tsumma atafata an yasarihi, faqala " ya masyara alanshari ". qalu labbayka ya rasula allahi, absyir nahnu maaka. wahwa ala baghlahin baydhaa, fanazala faqala " ana abdu allahi warasuluhu ", fanhazama almusyrikuna, faashaba yawmaidzin ghanaima katsirahan, faqasama fi almuhajirina waatthulaqai walam yuthi alanshara syayan, faqalati alansharu idza kanat syadidahun fanahnu nuda, wayutha alghanimaha ghayruna. fabalaghahu dzalika, fajamaahum fi qubbahin, faqala " ya masyara alanshari ma haditsun balaghani ankum ". fasakatu faqala " ya masyara alanshari ala tardhawna an yadzhaba annasu biaddunya, watadzhabuna birasuli allahi tahuzunahu ila buyutikum ". qalu bala. faqala rasulu allahi " law salaka annasu wadiyan, wasalakati alansharu syiban lakhadztu syiba alanshari ". faqala hisyamun ya aba hamzaha, waanta syahidun dzaka qala waayna aghibu anhu
Diriwayatkan dari Anas bin Malik: Ketika hari (perang) Hunain, suku Hawazin dan Ghatafan serta lainnya, bersama hewan dan anak-anak mereka datang untuk melawan Nabi ﷺ. Nabi ﷺ bersama sepuluh ribu orang dan beberapa dari Tulaqa. Para sahabat melarikan diri, meninggalkan Nabi ﷺ sendirian. Nabi kemudian mengumandangkan dua panggilan yang jelas terpisah satu sama lain. Ia menoleh ke kanan dan berkata, "Wahai kelompok Ansar!" Mereka menjawab, "Labbaik, wahai Rasulullah! Bergembiralah, kami bersamamu!" Kemudian ia menoleh ke kiri dan berkata, "Wahai kelompok Ansar!" Mereka menjawab, "Labbaik! Wahai Rasulullah! Bergembiralah, kami bersamamu!" Nabi ﷺ pada waktu itu, sedang menunggangi seekor keledai putih; kemudian ia turun dan berkata, "Aku adalah hamba Allah dan Rasul-Nya." Orang-orang kafir kemudian kalah, dan pada hari itu Nabi ﷺ mendapatkan banyak harta rampasan yang ia bagikan di antara Muhajirin dan Tulaqa dan tidak memberikan apa pun kepada Ansar. Ansar berkata, "Ketika ada kesulitan, kami dipanggil, tetapi harta rampasan diberikan kepada orang lain." Berita itu sampai kepada Nabi ﷺ dan ia mengumpulkan mereka di dalam sebuah tenda kulit dan berkata, "Apa berita yang sampai kepadaku dari kalian, wahai kelompok Ansar?" Mereka diam, ia menambahkan, "Wahai kelompok Ansar! Tidakkah kalian senang bahwa orang-orang mengambil hal-hal duniawi dan kalian mengambil Rasulullah ﷺ ke rumah-rumah kalian untuk kalian simpan untuk diri kalian sendiri?" Mereka menjawab, "Ya." Kemudian Nabi berkata, "Jika orang-orang mengambil jalan mereka melalui sebuah lembah, dan Ansar mengambil jalan mereka melalui sebuah celah gunung, pasti aku akan mengambil celah Ansar." Hisham berkata, "Wahai Abu Hamzah (yaitu Anas)! Apakah kamu menyaksikan itu?" Ia menjawab, "Dan bagaimana aku bisa tidak hadir di hadapannya?"