Bab Syarat dalam Mahar pada Akad Nikah
Shahih
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ أَبِي الْخَيْرِ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " أَحَقُّ الشُّرُوطِ أَنْ تُوفُوا بِهِ مَا اسْتَحْلَلْتُمْ بِهِ الْفُرُوجَ ".
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, telah menceritakan kepada kami Al-Layth, ia berkata: Telah menceritakan kepadaku Yazid bin Abi Habib, dari Abu Al-Khayr, dari Uqba bin Amir -semoga Allah meridhoinya- ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Syarat yang paling berhak untuk kalian penuhi adalah syarat yang kalian halalkan dengan itu kemaluan."