Bab Larangan Menjual Buah Sebelum Matang
حَدَّثَنَا ابْنُ مُقَاتِلٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ، أَخْبَرَنَا حُمَيْدٌ الطَّوِيلُ، عَنْ أَنَسٍ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَهَى أَنْ تُبَاعَ ثَمَرَةُ النَّخْلِ حَتَّى تَزْهُوَ. قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي حَتَّى تَحْمَرَّ.
Telah menceritakan kepada kami Ibn Muqatil, telah mengabarkan kepada kami Abdullah, telah mengabarkan kepada kami Hamid Al-Tawil, dari Anas -semoga Allah meridhoi beliau- bahwa Rasulullah ﷺ melarang menjual buah kurma hingga buah tersebut matang. Abu Abdullah berkata, "Itu berarti hingga buah tersebut merah (dapat dimakan)."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
