Bab Apa yang Disebutkan dalam Jual Beli Makanan dan Hukum
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، أَخْبَرَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، عَنِ الأَوْزَاعِيِّ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ رَأَيْتُ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ الطَّعَامَ مُجَازَفَةً يُضْرَبُونَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَبِيعُوهُ حَتَّى يُئْوُوهُ إِلَى رِحَالِهِمْ.
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim, telah mengabarkan kepada kami Walid bin Muslim, dari Al-Awza'i, dari Az-Zuhri, dari Salim, dari ayahnya - semoga Allah meridhoi keduanya - ia berkata: "Aku melihat orang-orang yang membeli makanan secara spekulatif dipukul pada masa Rasulullah صلى الله عليه وسلم jika mereka menjualnya sebelum membawanya ke rumah mereka."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
