Bab Apa yang Disebutkan dalam Jual Beli Makanan dan Hukum
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَهَى أَنْ يَبِيعَ الرَّجُلُ طَعَامًا حَتَّى يَسْتَوْفِيَهُ. قُلْتُ لاِبْنِ عَبَّاسٍ كَيْفَ ذَاكَ قَالَ ذَاكَ دَرَاهِمُ بِدَرَاهِمَ وَالطَّعَامُ مُرْجَأٌ. قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ مُرْجَئُونَ مُؤَخَّرُونَ
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Ismail, telah menceritakan kepada kami Wahb, dari Ibn Tawus, dari ayahnya, dari Ibn Abbas - semoga Allah meridhoi keduanya - bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم melarang seorang lelaki menjual makanan hingga ia memenuhinya. Aku bertanya kepada Ibn Abbas, "Bagaimana itu?" Ia menjawab, "Itu adalah uang dengan uang, dan makanan itu ditangguhkan." Abu Abdullah berkata, "Ditangguhkan."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
