Bab Hal yang Dihindari dari Keraguan
Shahih
حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ طَلْحَةَ، عَنْ أَنَسٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ ﷺ بِتَمْرَةٍ مَسْقُوطَةٍ فَقَالَ " لَوْلاَ أَنْ تَكُونَ صَدَقَةً لأَكَلْتُهَا ". وَقَالَ هَمَّامٌ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ " أَجِدُ تَمْرَةً سَاقِطَةً عَلَى فِرَاشِي ".
haddatsana qabishahu, haddatsana sufyanu, an manshurin, an thalhaha, an anasin rdh allah nh qala marra annabiyyu bitamrahin masquthahin faqala " lawla an takuna shadaqahan lakaltuha ". waqala hammamun an abi hurayraha rdh allah nh ani annabiyyi qala " ajidu tamrahan saqithahan ala firasyi ".
Anas berkata, "Nabi ﷺ melewati sebuah kurma yang jatuh dan berkata, 'Seandainya bukan karena keraguanku bahwa ini mungkin diberikan sebagai sedekah, aku akan memakannya.' Dan Abu Huraira meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ berkata, 'Aku menemukan sebuah kurma yang jatuh di tempat tidurkanku.'"
Ringkasan, rujukan ulama, dan hikmah praktis