Jika seseorang lupa shalat, hendaklah dia melaksanakannya ketika dia ingat, karena Allah telah berfirman (dalam Al-Qur'an): 'Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku'.
Bab Tentang Siapa yang Tertidur dari Shalat atau Melupakannya
Rasulullah ﷺ bersabda: Pergilah dari tempat kalian di mana kalian terlelap.
Abu Qatadah melaporkan: "Nabi ﷺ sedang dalam perjalanan. Nabi ﷺ mengambil belokan dan saya juga mengikuti belokan bersamanya. Dia berkata: 'Lihat!' Saya berkata: 'Ini adalah seorang penunggang; ini adalah dua penunggang;
Sesungguhnya Allah mengambil jiwa-jiwa kalian sesuai kehendak-Nya, dan mengembalikannya sesuai kehendak-Nya. Bangkitlah dan panggillah Adzan untuk shalat.
Maka berwudhulah ketika matahari telah tinggi dan shalatlah bersama mereka.
Tidak ada kelalaian dalam tidur, sesungguhnya kelalaian itu hanya ketika seseorang dalam keadaan terjaga, yaitu ketika ia menunda shalat hingga masuk waktu shalat yang lain.
Jika seseorang lupa akan shalat atau tertidur, hendaklah ia melaksanakannya ketika ia ingat; tidak ada kafarat untuknya kecuali itu.
Mereka tertidur dan meninggalkan shalat Fajr. Mereka terbangun oleh panasnya matahari. Kemudian mereka berjalan sedikit hingga matahari terbit tinggi. Beliau (Nabi) memerintahkan mu'adhdhin untuk mengumandangkan adzan. B
Beliau tertidur dan meninggalkan shalat subuh hingga matahari terbit. Rasulullah ﷺ terbangun dan berkata: "Menjauhlah dari tempat ini."
Nabi ﷺ melakukan wudhu dengan cara yang tidak ada debu di tanah.
Siapa yang akan menjaga kami? Bilal berkata: Saya (akan melakukannya). Mereka tertidur hingga matahari terbit. Nabi ﷺ terbangun dan berkata: Lakukanlah seperti yang biasa kalian lakukan (yaitu shalat seperti biasa).