Bab Dua Orang yang Menjadi Imam, Bagaimana Mereka Berdiri
Shahih oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ دَخَلَ عَلَى أُمِّ حَرَامٍ فَأَتَوْهُ بِسَمْنٍ وَتَمْرٍ فَقَالَ " رُدُّوا هَذَا فِي وِعَائِهِ وَهَذَا فِي سِقَائِهِ فَإِنِّي صَائِمٌ " . ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ تَطَوُّعًا فَقَامَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ وَأُمُّ حَرَامٍ خَلْفَنَا . قَالَ ثَابِتٌ وَلاَ أَعْلَمُهُ إِلاَّ قَالَ أَقَامَنِي عَنْ يَمِينِهِ عَلَى بِسَاطٍ .
Anas berkata: Rasulullah ﷺ memasuki rumah Umm Haram. Orang-orang (di rumahnya) membawakan minyak goreng dan kurma kepada beliau. Beliau berkata; Kembalikan (kurma) ke dalam wadahnya dan kembalikan (minyak goreng) ke dalam kantongnya, karena saya sedang berpuasa. Kemudian beliau berdiri dan memimpin kami dalam shalat dua rakaat shalat sunnah. Lalu Umm Sulaim dan Umm Haram berdiri di belakang kami (yaitu, para pria). Thabit (perawi) berkata: Saya memahami bahwa Anas berkata; beliau (nabi) membuat saya berdiri di sebelah kanan beliau.