Bab Tentang Hamba Perempuan yang Berzina dan Belum Pernah Menikah
Shahih oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا ابْنُ نُفَيْلٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ فِي كُلِّ مَرَّةٍ " فَلْيَضْرِبْهَا كِتَابُ اللَّهِ وَلاَ يُثَرِّبْ عَلَيْهَا " . وَقَالَ فِي الرَّابِعَةِ " فَإِنْ عَادَتْ فَلْيَضْرِبْهَا كِتَابُ اللَّهِ ثُمَّ لْيَبِعْهَا وَلَوْ بِحَبْلٍ مِنْ شَعْرٍ " .
Tradisi ini telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Nabi ﷺ. Versi ini menyebutkan: Dia berkata setiap kali: Hendaklah ia memberikan pukulan yang sesuai menurut Kitab Allah, tetapi jangan mencela-celanya. Dia berkata pada yang keempat: Jika ia melakukannya lagi, hendaklah ia memberikan pukulan yang sesuai menurut Kitab Allah, dan kemudian menjualnya meskipun hanya untuk seutas tali rambut.