Bab Rajm Ma'iz bin Malik
Dha'if oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ هِشَامٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، عَنِ الْجُرَيْرِيِّ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ نَحْوَهُ وَلَيْسَ بِتَمَامِهِ قَالَ ذَهَبُوا يَسُبُّونَهُ فَنَهَاهُمْ قَالَ ذَهَبُوا يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ فَنَهَاهُمْ قَالَ " هُوَ رَجُلٌ أَصَابَ ذَنْبًا حَسِيبُهُ اللَّهُ " .
haddatsana muammalu ibnu hisyamin, haddatsana ismailu, ani aljurayriyyi, an abi nadhraha, qala jaa rajulun ila annabiyyi nahwahu walaysa bitamamihi qala dzahabu yasubbunahu fanahahum qala dzahabu yastaghfiruna lahu fanahahum qala " huwa rajulun ashaba dzanban hasibuhu allahu ".
Abu Nadrah berkata: Seorang lelaki datang kepada Nabi ﷺ. Kemudian ia menyebutkan sebuah tradisi yang serupa tetapi tidak lengkap. Dalam versi ini disebutkan: Orang-orang mulai mencela dia tetapi ia (Nabi) melarang mereka. Kemudian mereka mulai meminta ampun untuknya, tetapi ia melarang mereka dengan mengatakan: Dia adalah seorang yang telah melakukan dosa. Allah yang akan menghisabnya sendiri.