Bab Tentang Siapa yang Mengatakan Mandi dari Satu Thaharah ke Thaharah
Shahih oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ الْقَطَّانُ الْوَاسِطِيُّ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ، عَنْ أَيُّوبَ بْنِ أَبِي مِسْكِينٍ، عَنِ الْحَجَّاجِ، عَنْ أُمِّ كُلْثُومٍ، عَنْ عَائِشَةَ، فِي الْمُسْتَحَاضَةِ تَغْتَسِلُ - تَعْنِي مَرَّةً وَاحِدَةً - ثُمَّ تَوَضَّأُ إِلَى أَيَّامِ أَقْرَائِهَا .
'Aisyah berkata tentang wanita yang mengalami perdarahan berkepanjangan: Dia harus mandi, yaitu hanya sekali; kemudian dia harus berwudhu hingga masa haid berikutnya.