Shahih oleh Al-Albani
Bab Tentang Shalat Siang
Shalat di malam dan siang harus terdiri dari dua raka'at.
Shahih oleh Al-Albani
Shalat di malam dan siang harus terdiri dari dua raka'at.
Shahih
Imran bin Husain melaporkan: Rasulullah (ﷺ) memimpin kami dalam shalat Zhuhur atau 'Asr (shalat siang atau sore). (Setelah menyelesaikannya) ia berkata: Siapa yang membaca di belakangku (ayat): Sabbih Isma Rabbik al-a'la
Shahih oleh Darussalam
Ketika Nabi (S) tidak shalat di malam hari karena terhalang oleh tidur atau mengantuk, maka ia akan shalat dua belas raka'at di siang hari.
Shahih oleh Darussalam
Dari Anbasah bin Abi Sufyan, Umm Habibah berkata: "Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata: 'Siapa yang shalat dua belas raka'at dalam sehari, Allah (SWT), Yang Maha Kuasa dan Mulia, akan membangun untuknya sebuah rumah di
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Umm Habibah bahwa: Nabi (ﷺ) bersabda: "Siapa yang shalat dua belas raka'at di siang dan malam, sebuah rumah akan dibangun untuknya di Surga."
Shahih
Kamu akan segera menemukan dirimu di tengah masyarakat yang merupakan orang-orang dari Ahli Kitab, maka pertama-tama ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, bahwa aku (Muhammad) adalah utusan Al
Shahih oleh Al-Albani
Kami biasa tidur siang atau makan siang setelah shalat Jumat.
Shahih
Kami biasa melaksanakan shalat Jum'at lebih awal dan kemudian tidur siang setelah shalat Jum'at.
Shahih oleh Darussalam
Siapa yang shalat dua belas raka'at di siang dan malam, selain dari shalat yang diwajibkan, Allah (SWT), Yang Maha Perkasa dan Agung, akan membangun untuknya sebuah rumah di Surga.
Shahih oleh Darussalam
Siapa yang tertinggal wiridnya di malam hari, hendaklah ia membacanya dalam shalat sebelum Zuhur, dan itu setara dengan shalat malam.
Shahih oleh Darussalam
Ya Allah, Tuhan Jibril, Mikail, dan Israfil, Pencipta langit dan bumi, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Engkau memutuskan di antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang mereka perselisihkan. Ya Allah, tunjukilah aku
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Aisyah bahwa: "Rasulullah (ﷺ) biasa membaca dalam keadaan duduk, dan ketika beliau ingin rukuk, beliau berdiri selama yang diperlukan seseorang untuk membaca empat puluh ayat."
Shahih oleh Darussalam
Shalat malam itu dua raka'at dua raka'at, jika kamu takut akan datangnya subuh, maka shalatlah witir dengan satu raka'at.
Shahih oleh Darussalam
Dua-dua, kemudian jika salah seorang dari kalian takut akan datangnya fajar, hendaklah ia shalat witir dengan satu rakaat.
Shahih oleh Darussalam
Temanku yang paling dekat menasihatiku untuk melakukan tiga hal.
Shahih oleh Darussalam
Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat, kemudian jika salah satu dari kalian takut akan datangnya fajar, maka shalatlah satu rakaat untuk menjadikan jumlah yang telah ia shalat menjadi ganjil.
Shahih oleh Darussalam
Nabi (ﷺ) biasa shalat dua raka'at ringan antara adzan dan iqamah, dua raka'at Fajr.
Shahih oleh Darussalam
Tidak ada hamba yang beriman yang shalat empat raka'at setelah Zuhur, yang wajahnya akan pernah tersentuh oleh api, jika Allah, Yang Maha Perkasa dan Agung, menghendaki.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (s.a.w) melaksanakan shalat witir di awal (malam) dan di akhir, serta di tengah. Dan menjelang akhir hidupnya, beliau menetap pada pelaksanaan witir di akhir malam.
Shahih oleh Darussalam
"Saya berada bersama Nabi (ﷺ) dan beliau bangkit, berwudu, menyikat gigi sambil membaca ayat ini sampai selesai: 'Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan dalam pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda