Sekitar lebih dari 1000 hadits
Diriwayatkan dari Mu’adh bin Jabal bahwa Nabi (ﷺ) menggabungkan shalat Zhuhur dan Ashar, serta Maghrib dan Isya saat bepergian dalam Perang Tabuk.
Diriwayatkan Hisham bin Sa'd: "Ada jarak sepuluh mil antara keduanya, yaitu Mekkah dan Sarif."
Ibn 'Umar melaporkan: Ketika Rasulullah (ﷺ) dalam keadaan terburu-buru dalam perjalanan, beliau menggabungkan shalat Maghrib dan 'Isya'.
…dari Ibn Abbas, ia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengerjakan shalat Zhuhur dan Ashar secara bersama, dan Maghrib dan Isya secara bersama tanpa dalam keadaan takut atau dalam…
Ibn 'Umar melaporkan bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Witr adalah satu raka'at di akhir shalat."
Abu Mijlaz melaporkan: Saya bertanya kepada Ibn 'Abbas tentang shalat Witir. Dia berkata: Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Itu adalah satu raka'at di akhir shalat malam."
Samurah bin Jundub meriwayatkan: "Rasulullah (ﷺ) memerintahkan kami bahwa ketika kami bertiga, maka salah satu dari kami harus maju ke depan."
Dari Ibn 'Umar bahwa jika Rasulullah (ﷺ) dalam keadaan terburu-buru untuk bepergian, beliau akan menggabungkan shalat Maghrib dan 'Isya.
…di Ghazwah Tabuk, jika ia ingin berangkat sebelum matahari condong, ia menunda shalat Dhuhur hingga dapat menggabungkannya dengan shalat Ashar. Jika ia ingin berangkat setelah matahari condong, ia mempercepat shalat…
…Al-Makki. Dan dengan hadits ini, Syafi'i berpendapat. Dan Ahmad dan Ishaq berkata: Tidak ada masalah untuk menggabungkan antara dua shalat dalam perjalanan pada waktu salah satu dari keduanya.
Alhamdulillah, Hadits.id telah hadir lebih dari 5 tahun yang lalu.
Jika Anda menyukai website ini, dan ingin menyumbang proses development, itu tidak perlu.
Cukup dengan beritahu sahabat Anda tentang keberadaan website ini (Insha Allah berguna), dan pastikan untuk mendoakan kami di setiap shalat Anda.
Ya, bantu bagikanJazakallah khair, semoga Allah tinggikan derajat kita dengan ilmu yang bermanfaat.