Shahih oleh Al-Albani
Bab Masuk Makkah
Rasulullah (ﷺ) masuk Makkah dari arah Kuda’ di bagian atas Makkah pada tahun pembebasan (Makkah) dan beliau masuk dari arah Kida’ ketika beliau melakukan ‘Umrah.
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah (ﷺ) masuk Makkah dari arah Kuda’ di bagian atas Makkah pada tahun pembebasan (Makkah) dan beliau masuk dari arah Kida’ ketika beliau melakukan ‘Umrah.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) masuk Makkah dari lembah atas yang ada di Al-Batha dan keluar dari lembah bawah.
Shahih oleh Darussalam
Nabi (ﷺ) memasuki Makkah pada tahun Fath dengan mengenakan helm di kepalanya.
Shahih oleh Darussalam
bahwa Nabi (ﷺ) masuk pada hari pembebasan Makkah mengenakan sorban hitam, tanpa dalam keadaan ihram.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Ibn Umar bahwa Rasulullah (ﷺ) biasa masuk Makkah dari jalan pegunungan yang tinggi dan ketika beliau keluar, beliau keluar dari jalan pegunungan yang rendah.
Shahih oleh Al-Albani
Siapa yang masuk rumah, dia aman, siapa yang melemparkan senjata, dia aman.
Shahih
Diriwayatkan dari 'Aisha: Pada tahun Penaklukan (Makkah), Nabi (ﷺ) memasuki Makkah melalui Kada yang berada di bagian atas Makkah.
Shahih
Diriwayatkan dari Aisyah: Pada tahun Penaklukan (Makkah), Nabi (ﷺ) memasuki Makkah melalui Kada yang berada di bagian atas Makkah.
Shahih
Diriwayatkan dari Hisham bin 'Urwah: Pada tahun Penaklukan (Makkah), Nabi (ﷺ) memasuki Makkah melalui bagian atasnya melalui Kada.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Anas bahwa Nabi (ﷺ) memasuki Makkah dengan mengenakan helm. Dikatakan bahwa Ibn Katal menggantung pada tirai Ka'bah dan dia berkata: 'Bunuh dia.'
Shahih oleh Al-Albani
Ibn 'Umar berkata: Nabi (ﷺ) biasa masuk Makkah dari bukit yang tinggi. Versi Yahya menyebutkan: Nabi (ﷺ) biasa masuk Makkah dari Kuda' dari bukit Batha’. Beliau keluar dari bukit yang rendah. Al Barmaki menambahkan, "yai
Shahih oleh Al-Albani
Ibn ‘Umar berkata, Rasulullah (ﷺ) biasa keluar dari (Madinah) melalui jalan Al Shajarah dan masuk (Makkah) melalui jalan Al Mu’arras.
Shahih oleh Al-Albani
Ketika Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyelesaikan perjanjian dengan orang-orang Al Hudaibiyyah, mereka menetapkan bahwa mereka (kaum Muslim) tidak akan masuk (Makkah) kecuali dengan membawa tas senjata (julban al-silah)
Shahih
Ibnu Umar berkata, "Nabi (ﷺ) menghabiskan malam di Dhi-Tuwa hingga pagi dan kemudian beliau masuk ke Makkah." Ibnu Umar biasa melakukan hal yang sama.
Shahih oleh Darussalam
Ibn Umar meriwayatkan bahwa: Rasulullah (ﷺ) biasa turun di Dhu Tuwa dan bermalam di sana hingga beliau shalat Subuh ketika mendekati Makkah. Tempat Rasulullah (ﷺ) shalat berada di atas bukit yang besar dan bukan di masji
Shahih oleh Al-Albani
Ibn ‘Umar biasa tidur sejenak di Batha’ (yaitu, Al Muhassab) kemudian masuk ke Makkah.
Shahih
Tidak ada kota yang akan dimasuki Dajjal kecuali Makkah dan Madinah, dan tidak ada jalan masuk (dari Makkah dan Madinah) kecuali para malaikat akan berdiri berbaris menjaganya, kemudian Madinah akan bergetar dengan pendu
Shahih oleh Al-Albani
Nabi صلى الله عليه وسلم melaksanakan shalat dzuhur, asar, maghrib, dan isya di Al Batha, kemudian beliau tidur sejenak dan masuk ke Makkah.
Shahih
dan ia biasa mengatakan bahwa Nabi (ﷺ) melakukan hal yang sama.
Shahih oleh Al-Albani
Aisyah berkata: Ketika Nabi (ﷺ) memasuki Makkah, beliau memasuki dari sisi bagian atas dan keluar dari sisi bagian bawah.