Sekitar 7 hadits
โฆDan para ulama berpendapat bahwa jika seorang lelaki beritikaf, maka ia tidak boleh keluar dari itikafnya kecuali untuk kebutuhan manusia. Mereka sepakat bahwa ia boleh keluar untuk memenuhi kebutuhannya untukโฆ
Abu Hurairah dan Aisyah meriwayatkan: "Nabi (๏ทบ) biasa melakukan I'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan hingga Allah memanggilnya."
Aisyah menceritakan: "Ketika Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ingin melakukan I'tikaf, beliau akan melaksanakan shalat Fajr dan kemudian masuk ke tempat I'tikafnya."
Anas bin Malik berkata: "Nabi ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู biasa melakukan I'tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Suatu tahun beliau tidak melakukan I'tikaf, maka pada tahun berikutnyaโฆ
Aisyah berkata: "Ketika Rasulullah SAW melakukan I'tikaf, beliau mendekatkan kepalanya kepadaku agar aku bisa menyisirnya, dan beliau tidak masuk ke rumah kecuali untuk kebutuhan pribadi."
Dari 'Umar: "Saya berkata: 'Wahai Rasulullah! Saya telah bernazar untuk melakukan I'tikaf di Al-Masjid Al-Haram selama satu malam pada masa Jahiliyah.' Beliau bersabda: 'Tepatilah nazarmu.'"
Aisyah berkata: "Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู biasa beriktikaf di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan dan beliau bersabda: 'Carilah malam Al-Qadr di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.'"
Alhamdulillah, Hadits.id telah hadir lebih dari 5 tahun yang lalu.
Jika Anda menyukai website ini, dan ingin menyumbang proses development, itu tidak perlu.
Cukup dengan beritahu sahabat Anda tentang keberadaan website ini (Insha Allah berguna), dan pastikan untuk mendoakan kami di setiap shalat Anda.
Ya, bantu bagikanJazakallah khair, semoga Allah tinggikan derajat kita dengan ilmu yang bermanfaat.