Shahih oleh Darussalam
Bab Apa yang Dikatakan tentang Amal di Hari-hari Sepuluh
Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai Allah daripada hari-hari sepuluh ini.
Shahih oleh Darussalam
Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai Allah daripada hari-hari sepuluh ini.
Shahih oleh Darussalam
Saya memotong sedikit dari ujung rambut Rasulullah (ﷺ) dengan ujung anak panah yang saya bawa, setelah beliau melakukan tawaf di Ka'bah dan sai antara Shafa dan Marwah, pada hari-hari sepuluh. Qais berkata: "Orang-orang
Shahih oleh Darussalam
Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini.
Shahih oleh Al-Albani
Diriwayatkan dari Ibn Abbas: Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah." Mereka (para sahabat) bertanya: "
Shahih
Dari Ibnu Abbas: Nabi SAW bersabda, "Tidak ada amal baik yang dilakukan pada hari-hari lain yang lebih utama daripada amal yang dilakukan pada hari-hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah)." Kemudian beberapa sa
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah ﷺ biasa shalat di malam hari sepuluh raka'at, dan mengerjakan witir dengan satu raka'at, kemudian beliau shalat dua raka'at shalat fajar. Maka totalnya adalah tiga belas raka'at.
Shahih
'Abd al-Rabman b. Abu Bakr melaporkan bahwa orang-orang dari Suffa sangat miskin. Suatu ketika, Rasulullah ﷺ bersabda (kepada para sahabatnya): 'Barangsiapa di antara kalian yang memiliki makanan untuk dua orang, hendakl
Shahih
Apakah aku tidak diberitahu bahwa kamu shalat sepanjang malam dan berpuasa sepanjang hari?
Shahih oleh Darussalam
Ketika sepuluh hari terakhir Ramadan tiba, Nabi (ﷺ) biasa menghidupkan malam, mengencangkan kain sarungnya, dan membangunkan keluarganya (untuk shalat).
Shahih oleh Darussalam
Saya tidak pernah melihat Rasulullah (ﷺ) berpuasa pada sepuluh hari (pertama) bulan Dzul-Hijjah.
Shahih
Rasulullah (ﷺ) biasa melakukan i'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Shahih
Rasulullah (ﷺ) biasa melakukan i'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Shahih oleh Al-Albani
Saya tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ berpuasa pada sepuluh hari pertama Dhu al-Hijjah.
Shahih
Rasulullah (s.a.w) biasa melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Shahih
Dari Abu Hurairah: Nabi ﷺ biasa melakukan i'tikaf setiap tahun di bulan Ramadan selama sepuluh hari, dan ketika tahun wafatnya, beliau melakukan i'tikaf selama dua puluh hari.
Shahih oleh Darussalam
Aku tidak melihat Nabi (ﷺ) berpuasa sama sekali selama sepuluh hari.
Shahih oleh Darussalam
Tidak sampai empat bulan dan sepuluh hari (berlalu).
Shahih oleh Darussalam
Nabi (ﷺ) biasa melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Suatu tahun beliau bepergian, maka pada tahun berikutnya beliau melakukan i'tikaf selama dua puluh hari.
Shahih oleh Darussalam
Tinggallah di rumahmu selama empat bulan dan sepuluh hari, sampai masa yang ditentukan terpenuhi.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Abu Al-Aliyah berkata: Kami sedang menjaga pintu Utsman (رضي الله عنه) pada sepuluh hari pertama bulan Dhul-Hijjah.