Shahih oleh Darussalam
Bab Habbah Hitam
“Dalam habbatu hitam terdapat penyembuhan untuk setiap penyakit, kecuali Sam.” "Sam berarti kematian. Dan habbatu hitam adalah Shuniz."
Shahih oleh Darussalam
“Dalam habbatu hitam terdapat penyembuhan untuk setiap penyakit, kecuali Sam.” "Sam berarti kematian. Dan habbatu hitam adalah Shuniz."
Shahih oleh Darussalam
‘Kalian harus mengonsumsi habbatu hitam, karena di dalamnya terdapat penyembuhan dari setiap penyakit, kecuali Sam (kematian).’
Shahih
Abu Huraira melaporkan bahwa dia mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Sesungguhnya dalam habbah sawda terdapat penyembuhan bagi setiap penyakit kecuali kematian."
Shahih
Jintan hitam ini adalah penyembuh untuk semua penyakit kecuali As-Sam.
Shahih
Di dalam jintan hitam terdapat penyembuhan untuk semua penyakit kecuali kematian.
Shahih oleh Darussalam
Biji hitam ini adalah obat untuk setiap penyakit, kecuali Sam.
Shahih oleh Darussalam
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Gunakanlah biji hitam ini. Karena sesungguhnya di dalamnya terdapat penyembuhan untuk setiap penyakit kecuali As-Sam." Dan As-Sam adalah kematian.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) bersabda, mengenai firman Allah: Masuklah ke pintu dengan sujud (2:58): "Mereka masuk dengan merangkak di atas pantat mereka".
Shahih oleh Darussalam
Umm Habibah, istri Nabi (ﷺ), berkata kepadanya, ketika dia telah meminum Sawiq: "Wahai putra saudaraku, lakukan Wudhu', karena aku mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata: 'Lakukan Wudhu' dari yang telah disentuh oleh api.'"
Shahih oleh Darussalam
Umm Habibah, seorang menantu Rasulullah (ﷺ), yang menikah dengan 'Abdur-Rahman bin 'Awf, mengalami istihadah (pendarahan non-menstruasi) selama tujuh tahun. Ia berkonsultasi kepada Nabi (ﷺ) tentang hal itu dan Rasulullah
Shahih oleh Darussalam
Umm Habibah binti Jahsh berkonsultasi kepada Rasulullah (ﷺ) dan berkata: 'Wahai Rasulullah, saya mengalami istihadah (pendarahan non-menstruasi).' Beliau bersabda: 'Itu adalah urat, maka mandilah dan shalatlah.' Dan dia
Shahih oleh Al-Albani
Umm Habibah mengalami keluarnya darah yang berkepanjangan selama tujuh tahun. Rasulullah (ﷺ) memerintahkannya untuk mandi; sehingga ia biasa mandi untuk setiap shalat.
Shahih oleh Al-Albani
Umm Habibah mengalami istihadhah; suaminya biasa berhubungan intim dengannya.
Shahih oleh Darussalam
Umm Habibah, istri Nabi (S) menceritakan bahwa: Dia mendengar Rasulullah (S) berkata: "Siapa yang menjaga empat rakaat sebelum Zuhur dan empat setelahnya, Allah mengharamkannya dari api neraka."
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Umm Habibah berkata: 'Siapa pun yang shalat dua belas raka'at di malam dan siang selain dari shalat yang diwajibkan, maka akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.'
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Umm Habibah berkata: 'Siapa pun yang shalat dua belas raka'at di malam dan siang selain dari shalat yang diwajibkan, maka Allah (SWT), Yang Maha Agung dan Mulia, akan membangunkan untuknya sebuah rumah
Shahih oleh Darussalam
Siapa pun yang shalat dua belas raka'at dalam sehari, akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.
Shahih oleh Al-Albani
dia adalah istri Ibn Jahsh, tetapi dia meninggal. Dia termasuk di antara orang-orang yang berhijrah ke Abyssinia. Kemudian, Najasyi menikahkannya dengan Rasulullah (ﷺ).
Shahih oleh Al-Albani
Urwah melaporkan dari Umm Habibah bahwa dia menikah dengan Abdullah ibn Jahsh yang meninggal di Abyssinia, sehingga Negus menikahkannya dengan Nabi (ﷺ) dan memberikan mahar sebesar empat ribu (dirham). Dia mengirimnya ke
Shahih oleh Al-Albani
Aisyah berkata: Umm Habibah, putri Jahsh dan saudara ipar Rasulullah (ﷺ)m dan istri 'Abd al-Rahman b. 'Awf, had a prolonged flow of blood for seven years. She inquired from the Messenger of Allah (ﷺ) about it. The Messen