Shahih
Bab Shalat Musafir dan Qasharnya
Itu adalah sedekah yang Allah berikan kepada kalian, maka terimalah sedekah-Nya.
Shahih
Itu adalah sedekah yang Allah berikan kepada kalian, maka terimalah sedekah-Nya.
Shahih
Ibn 'Abbas melaporkan: Allah telah mewajibkan shalat melalui lisan Nabi kalian (ﷺ) sebanyak empat rakaat ketika menetap, dua rakaat ketika bepergian, dan satu rakaat ketika dalam keadaan bahaya.
Shahih
Rasulullah (ﷺ) berkata empat raka'ahs dalam shalat zuhur sementara di Madinah.
Shahih
Yahya b. Yazid al-Huna'i reported: I asked Anas b. Malik about shortening of prayer. He said: When the Messenger of' Allah (ﷺ) had covered a distance of three miles or three farsakh (Shu'ba, one of the narrators, had som
Shahih
Shalat diwajibkan dua raka'at, dua raka'at baik dalam perjalanan maupun di tempat tinggal. Shalat saat bepergian tetap seperti yang ditetapkan (aslinya), tetapi ada tambahan dalam shalat (yang dilakukan) di tempat tingga
Shahih
Saya menemani Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam perjalanan, dan beliau tidak menambah lebih dari dua raka'at, sampai Allah memanggilnya.
Shahih
Jubair b. Nufair reported: I went along with Shurahbil b. al-Simt to a village which was situated at a distance of seventeen or eighteen miles, and he said only two rak'ahs of prayer. I said to him (about it) and he said
Shahih
Dia berkata: Dua raka'at (shalat) adalah sunnah Abu al-Qasim (ﷺ).
Shahih
Kami keluar dari Madinah menuju Mekkah bersama Rasulullah (ﷺ) dan beliau shalat dua raka'at pada setiap waktu shalat hingga kami kembali ke Madinah.
Shahih
Salim b. 'Abdullah (b. 'Umar) melaporkan dari ayahnya bahwa Rasulullah (ﷺ) melaksanakan shalat musafir, yaitu dua raka'at di Mina dan tempat lainnya; demikian juga Abu Bakr dan 'Umar, dan 'Utsman pun melaksanakan dua rak
Shahih
‘Uthman memimpin kami shalat empat raka'at di Mina. Hal ini dilaporkan kepada Abdullah bin Mas'ud dan ia membaca: "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali," dan kemudian berkata: Saya shalat
Shahih
Aisyah melaporkan: Rasulullah (ﷺ) biasa melaksanakan salat malam sebanyak tiga belas raka'at. Lima di antaranya terdiri dari Witir, dan beliau tidak duduk, kecuali di akhir (untuk salam).
Shahih
Kami berangkat bersama Rasulullah (ﷺ) dalam sebuah perjalanan ketika mulai turun hujan. Maka beliau bersabda: "Barangsiapa yang ingin, silakan shalat di dalam tempat tinggalnya."
Shahih
Abdullah bin Abbas berkata kepada mu'adhdhinya pada hari hujan: "Ketika kamu mengumandangkan 'Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah; aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah,' jangan katakan: 'Ayo ke sha
Shahih
Ketika Rasulullah (ﷺ) dalam keadaan terburu-buru dalam perjalanan, beliau menggabungkan shalat Maghrib dan 'Isya'.
Shahih
Anas b. Malik melaporkan: Ketika Rasulullah ﷺ berangkat dalam perjalanan sebelum matahari condong (dari tengah hari), beliau menunda shalat dzuhur hingga waktu shalat ashar, kemudian turun (dari kendaraannya) dan menggab
Shahih
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, ia berkata: "Saya membaca di hadapan Malik dari Abu Al-Zubair, dari Said bin Jubair, dari Ibn Abbas, ia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengerjakan shalat Zhuhur dan
Shahih
Mu'adh melaporkan: Kami berangkat bersama Rasulullah (ﷺ) dalam ekspedisi Tabuk, dan beliau melaksanakan shalat zuhur dan ashar secara bersamaan serta shalat maghrib dan isya secara bersamaan.
Shahih
Ia tidak seharusnya menganggap bahwa ia hanya perlu berpaling ke kanan saja (setelah shalat). Saya melihat Rasulullah (ﷺ) berpaling ke kiri.
Shahih
Suddi melaporkan: Saya bertanya kepada Anas bagaimana saya harus berpaling ke kanan atau ke kiri saat saya shalat. Dia berkata: Saya sangat sering melihat Rasulullah (ﷺ) berpaling ke kanan.