Shahih Muslim · Kitab Shalat Musafir dan Qashar · No. 707

Bab Diperbolehkannya Berpaling dari Shalat ke Kanan dan Kiri

Shahih

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، وَوَكِيعٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عُمَارَةَ، عَنِ الأَسْوَدِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ لاَ يَجْعَلَنَّ أَحَدُكُمْ لِلشَّيْطَانِ مِنْ نَفْسِهِ جُزْءًا لاَ يَرَى إِلاَّ أَنَّ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ لاَ يَنْصَرِفَ إِلاَّ عَنْ يَمِينِهِ أَكْثَرُ مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَنْصَرِفُ عَنْ شِمَالِهِ .

haddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, haddatsana abu muawiyaha, wawakiun, ani alamasyi, an umaraha, ani alaswadi, an abdi allahi, qala la yajalanna ahadukum lilssyaythani min nafsihi juzan la yara ila anna haqqan alayhi an la yansharifa ila an yaminihi aktsaru ma raaytu rasula allahi yansharifu an syimalihi.

Abdullah melaporkan: Janganlah salah seorang di antara kalian memberikan bagian kepada setan dari dirinya. Ia tidak seharusnya menganggap bahwa ia hanya perlu berpaling ke kanan saja (setelah shalat). Saya melihat Rasulullah ﷺ berpaling ke kiri.

Penjelasan