Shahih
Bab Memasuki Haram dan Mekah Tanpa Ihram
Nabi ﷺ menetapkan Dhul-Hulaifa sebagai Miqat (tempat untuk berihram) bagi penduduk Madinah, dan Qaran-al-Manazil bagi penduduk Najd, dan Yalamlam bagi penduduk Yaman.
Shahih
Nabi ﷺ menetapkan Dhul-Hulaifa sebagai Miqat (tempat untuk berihram) bagi penduduk Madinah, dan Qaran-al-Manazil bagi penduduk Najd, dan Yalamlam bagi penduduk Yaman.
Shahih
Dari Salim bin Abdullah, saya mendengar ayah saya berkata, "Tidak pernah Rasulullah SAW mengenakan ihram kecuali di Masjid, yaitu di Masjid Dhul-Hulaifah."
Shahih oleh Darussalam
ketika ia datang ke Dhul-Hulaifah, ia shalat dan kemudian ia tetap diam sampai ia datang ke Al-Baida'.
Shahih
Nabi (ﷺ) shalat empat raka'at di Madinah dan kemudian dua raka'at di Dhul Hulaifah.
Shahih
Telah menceritakan kepada kami Qutaybah, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab, telah menceritakan kepada kami Ayyub, dari Abu Qilabah, dari Anas bin Malik bahwa Nabi SAW shalat Zhuhur di Madinah empat rakaat, dan
Shahih
Rasulullah ﷺ keluar dari Madinah pada zaman Hudaibiyah dengan lebih dari seribu orang sahabatnya, hingga ketika mereka berada di Dhul-Hulaifah, Rasulullah ﷺ mengalungi hadinya dan menandainya serta berihram untuk Umrah.
Shahih oleh Darussalam
Ketika Nabi (ﷺ) berada di Dhul-Hulaifah, beliau memerintahkan agar Budn-nya ditandai di sisi kanan punuknya, kemudian beliau mengusap darahnya dan mengalungkan dua sandal, lalu ketika Budn itu berdiri di Al-Baida, beliau
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Ibn as-Simt bahwa ia pergi bersama ‘Umar ke Dhul-Hulaifah dan ia shalat dua raka'at. Aku si perawi bertanya kepadanya tentang hal itu dan ia berkata: "Aku hanya melakukan apa yang aku lihat Rasulullah (
Shahih oleh Darussalam
Saya melihat 'Umar bin Al-Khattab shalat dua raka'at di Dhul-Hulaifah dan saya bertanya kepadanya tentang hal itu. Dia berkata: 'Saya hanya melakukan apa yang saya lihat Rasulullah (ﷺ) lakukan.'
Shahih
Muhammad bin Abi Bakr berkata, Fudail bin Sulaiman berkata, Musa bin Uqbah berkata, Salim bin Abdullah berkata dari ayahnya رضي الله عنه, bahwa Nabi ﷺ terlihat sedang beristirahat di Muarras di Dhul Hulaifah di dasar lem
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) tidak memulai Talbiyah kecuali dari Masjid Dhul-Hulaifah.
Shahih oleh Darussalam
Dari Ibn Abbas: Ketika Rasulullah (ﷺ) datang ke Dhul-Hulaifah, beliau menandai Hadi di sisi kanan punuknya, kemudian menghilangkan darah darinya, lalu mengalungkan dua sandal dan menaiki unta betina. Ketika unta betina i
Shahih
Ketika Nabi (ﷺ) memasukkan kakinya ke dalam stirrup dan unta betinanya berdiri mengangkutnya, ia akan mulai membaca Talbiyah di masjid Dhul Hulaifah.
Shahih
Bahwa Rasulullah (ﷺ) mulai mengucapkan, "Labbaik" dari Dhul-Hulaifa ketika kendaraannya berdiri tegak membawa dirinya.
Shahih
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar berkata: "Ketika Nabi (ﷺ) melewati malam di tempat peristirahatan di Dhul-Hulaifah di lembah (Aqiq), dia melihat mimpi dan dikatakan kepadanya, 'Anda berada di lembah yang diberkahi.'
Shahih
Dari Nafi', Abdullah bin Umar berkata, "Rasulullah ﷺ menurunkan unta di Al-Batha' di Dhul-Hulaifa dan shalat di sana." Abdullah bin Umar melakukan hal yang sama.
Shahih
Saya shalat Zuhur bersama Nabi (ﷺ) di Madinah sebanyak empat rakaat, dan di Dhul-Hulaifah sebanyak dua rakaat.
Shahih
Rasulullah صلى الله عليه وسلم biasa keluar melalui jalan Shajara dan masuk melalui jalan Muarras. Dan ketika beliau pergi ke Mekkah, beliau biasa shalat di Masjid Shajara; dan ketika kembali, beliau shalat di Dhul Hulaif
Shahih
Setiap kali Rasulullah (ﷺ) berangkat ke Mekkah, beliau biasa shalat di masjid Ash-Shajra, dan ketika beliau kembali (ke Madinah), beliau biasa shalat di tengah lembah Dhul-Hulaifa dan bermalam di sana hingga pagi.
Shahih oleh Darussalam
Dia berkata: Saya hanya melakukan apa yang saya lihat Rasulullah (ﷺ) lakukan.