Shahih
Bab Perang Khaibar
Abu Musa berkata, "Kami datang kepada Nabi ﷺ setelah beliau menaklukkan Khaibar. Beliau kemudian membagikan kepada kami, tetapi tidak membagikan kepada siapa pun yang tidak hadir dalam penaklukan itu selain kami."
Shahih
Abu Musa berkata, "Kami datang kepada Nabi ﷺ setelah beliau menaklukkan Khaibar. Beliau kemudian membagikan kepada kami, tetapi tidak membagikan kepada siapa pun yang tidak hadir dalam penaklukan itu selain kami."
Shahih oleh Darussalam
Ibn Umar meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Siapa yang kehilangan shalat Ashar, maka seolah-olah ia telah dirampas keluarganya dan hartanya."
Shahih
Allah's Messenger (ﷺ) used to offer the `Asr prayer at a time when the sun was still hot and high and if a person went to Al-`Awali (a place) of Medina, he would reach there when the sun was still high. Some of Al-`Awali
Shahih
Anas b. Malik reported that the Messenger of Allah (ﷺ) used to pray the afternoon prayer when the sun was high and bright, then one would go off to al-'Awali and get there while the sun was still high.
Shahih
Kami biasa melaksanakan shalat Ashar bersama Rasulullah (ﷺ), kemudian unta disembelih dan dibagikan sepuluh bagian; kemudian dimasak dan kami makan daging yang dimasak itu sebelum matahari terbenam.
Shahih
Barangsiapa yang melewatkan shalat Ashar, seolah-olah dia telah kehilangan keluarganya dan hartanya.
Shahih oleh Darussalam
Maka ia berdiri dan melaksanakan raka'at itu, kemudian ia mengucapkan salam, lalu sujud dua kali, kemudian ia mengucapkan salam (lagi).
Shahih oleh Darussalam
Shalat Wusta adalah Shalat Ashar.
Shahih oleh Al-Albani
Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah (ﷺ) biasa melaksanakan shalat Ashar ketika matahari tinggi dan cerah, kemudian seseorang pergi ke al-'Awali dan sampai di sana sementara matahari masih tinggi.
Shahih oleh Al-Albani
Dia (perawi) berkata: Saya pikir dia berkata: atau empat mil.
Shahih oleh Al-Albani
Dengan kehidupan matahari dimaksudkan bahwa kamu dapat menemukan panas di dalamnya.
Shahih oleh Al-Albani
'Aisyah berkata: Rasulullah (ﷺ) biasa melaksanakan shalat Ashar sementara sinar matahari masih ada di kamarnya sebelum matahari terbenam (dinding).
Shahih oleh Al-Albani
Mereka (orang-orang kafir) telah menghalangi kami dari melaksanakan shalat yang tengah, yaitu shalat Ashar. Semoga Allah memenuhi rumah-rumah dan kuburan mereka dengan api neraka.
Shahih oleh Al-Albani
Jika seseorang mendapatkan satu raka'at dari shalat Ashar sebelum matahari terbenam, maka ia telah melaksanakan (shalat Ashar), dan jika seseorang melaksanakan satu raka'at dari shalat Fajr sebelum matahari terbit, maka
Shahih oleh Al-Albani
'Ala b. 'Abd al-Rahman said: We came upon Anas b. Malik after the Zuhr prayer. He stood for saying the 'Asr prayer. When he became free from praying, we mentioned to him about observing prayer in its early period or he h
Shahih oleh Al-Albani
Ibn 'Umar melaporkan bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda: Siapa yang kehilangan shalat Ashar, maka seolah-olah keluarganya telah binasa dan hartanya telah dirampas.
Shahih oleh Darussalam
Dia tidak akan pernah masuk neraka, orang yang shalat sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam.
Shahih oleh Darussalam
Jagalah shalat, terutama shalat yang tengah (Al-Wusta) dan shalat Ashar, dan berdirilah di hadapan Allah dengan ketaatan.
Shahih oleh Darussalam
Siapa yang meninggalkan shalat Ashar, maka amalannya akan sia-sia.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) biasa berdiri dalam shalat Zhuhur dan membaca sebanyak tiga puluh ayat dalam setiap raka'at, kemudian dalam dua raka'at pertama shalat Ashar, beliau berdiri membaca sebanyak lima belas ayat.