Bab Larangan Jual Beli Gharar dan Hasah
Rasulullah ﷺ melarang transaksi Gharar dan transaksi Hasah.
20 hadits tentang larangan transaksi gharar untuk menjaga kejelasan dalam jual beli.
Rasulullah ﷺ melarang transaksi Gharar dan transaksi Hasah.
Rasulullah ﷺ melarang transaksi gharar dan transaksi hasah.
Rasulullah ﷺ melarang transaksi gharar.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah: 'Rasulullah ﷺ melarang jual beli gharar dan jual beli hasah.' Dia berkata: Ada riwayat tentang hal ini dari Ibn 'Umar, Ibn 'Abbas, Abu Sa'eed, dan Anas. Abu 'Eisa berkata: Hadits Abu Hurai
Nabi ﷺ melarang penjualan Habalil-Habalah.
Diriwayatkan dari Ibn 'Umar bahwa: Nabi ﷺ melarang menjual Hablul-Habalah.
Rasulullah ﷺ melarang najsh.
Rasulullah ﷺ melarang dua jenis transaksi: Mulimasah dan Munabadhah.
Seorang Muslim tidak boleh membeli (dalam oposisi) terhadap saudaranya.
Rasulullah ﷺ melarang bertemu dengan pemilik barang (di luar pasar).
Rasulullah ﷺ melarang untuk menyambut pemilik barang.
Rasulullah ﷺ melarang menjual hasil pertanian beberapa tahun ke depan.
Rasulullah ﷺ melarang menjual hasil pertanian beberapa tahun ke depan.
Rasulullah ﷺ melarang untuk menemui para penunggang dan orang kota tidak boleh menjual untuk orang desa.
melarang transaksi yang disebut habal al-habala.
Abu Hurairah berkata: "Rasulullah ﷺ melarang penghasilan dari tukang bekam, harga anjing, dan biaya kawin untuk jantan."
Jabir berkata: "Rasulullah ﷺ melarang memungut biaya jantan unta, menjual air, dan menyewakan tanah untuk pertanian. Menjual tanah dan airnya, inilah yang dilarang oleh Nabi ﷺ."
Diriwayatkan bahwa Ibn ‘Umar berkata: “Rasulullah ﷺ melarang menjual hak waris atau memberikannya.”
Nabi ﷺ melarang penduduk kota untuk menjual kepada penduduk desa, meskipun dia adalah ayah atau saudaranya.
Rasulullah ﷺ melarang Muhaqalah dan Muzabana.