Bab Tentang Penundaan
Penundaan pembayaran oleh orang kaya adalah suatu kezaliman, dan jika salah seorang di antara kalian dirujuk kepada orang kaya, maka hendaklah ia menerima rujukan tersebut.
10 hadits tentang penundaan bayar utang oleh orang kaya sebagai kezaliman
Penundaan pembayaran oleh orang kaya adalah suatu kezaliman, dan jika salah seorang di antara kalian dirujuk kepada orang kaya, maka hendaklah ia menerima rujukan tersebut.
Abu Huraira (semoga Allah meridhoi beliau) melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Penundaan (dalam pembayaran utang) dari pihak orang kaya adalah suatu kezaliman, dan ketika salah seorang di antara kalian terpaksa berur
Dari Abu Hurairah: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Penundaan dalam membayar utang oleh orang kaya adalah suatu kezaliman. Maka, jika utangmu dialihkan dari debitur kepada debitur yang kaya, maka kamu harus
Penundaan (pembayaran utang) oleh orang kaya adalah kezaliman. Jadi jika utangmu dipindahkan dari debiturmu kepada debitur kaya, kamu harus setuju.
Penundaan (dalam membayar utang) oleh orang kaya adalah kezaliman. Jadi jika utangmu dipindahkan dari debitur, kamu harus setuju, dan jangan melakukan dua penjualan dalam satu penjualan.
Keterlambatan orang kaya adalah suatu kezaliman.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salamah dan Al-Harith bin Miskin, keduanya membacakan kepada saya dan saya mendengarnya, dan lafazhnya adalah dari Ibn Al-Qasim, dia berkata: Telah menceritakan kepada saya Mal
Jika salah seorang di antara kalian dirujuk kepada orang kaya (untuk membantu membayar utang), maka terimalah rujukan itu, dan (dosa) adalah ketika orang kaya mengambil waktu yang lama untuk membayar utang.
Dari Ibn 'Umar, Rasulullah ﷺ bersabda: "Menunda pembayaran utang oleh orang kaya adalah suatu kezaliman, dan jika utang itu dialihkan kepada orang kaya, maka terimalah jika."
Rasulullah bersabda, "Menunda pembayaran utang oleh orang kaya adalah suatu kezaliman. Jadi, jika utangmu dialihkan dari debiturmu kepada debitur yang kaya, maka hendaklah kamu setuju."