Larangan Buang Air di Tempat Umum

10 hadits tentang larangan buang air di sumber air, jalan, dan tempat teduh

Shahih Muslim · No. 269 Shahih

Bab Larangan Berhenti di Jalan dan di Tempat Teduh

Abu Huraira melaporkan: Rasulullah ﷺ bersabda: "Hati-hatilah kalian dari dua hal yang mendatangkan kutukan. Mereka (para sahabat yang hadir di sana) berkata: Wahai Rasulullah, apa itu dua hal yang mendatangkan kutukan? B

Sunan Abu Dawud · No. 25 Shahih · Al-Albani

Bab Tempat-tempat yang Dilarang Nabi untuk Berkemih di Dalamnya

Dari Abu Hurairah, Nabi ﷺ bersabda: "Hati-hatilah terhadap dua hal yang memicu kutukan." Mereka bertanya: "Apa itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Buang air besar di jalan umum atau di tempat teduh."

Sunan Abu Dawud · No. 69 Shahih · Al-Albani

Bab Berkemih di Air yang Diam

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus, telah menceritakan kepada kami Zaidah, dalam hadits Hisham dari Muhammad, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ bersabda: 'Janganlah salah seorang di antara kalian berkemih di air

Shahih Al-Bukhari · No. 239 Shahih

Bab Berkemih di Air yang Diam

Janganlah salah seorang di antara kalian berkemih di air yang diam yang tidak mengalir, kemudian berwudhu di dalamnya.

Sunan Abu Dawud · No. 26 Hasan · Al-Albani

Bab Tempat yang Dilarang Nabi untuk Berkemih

Rasulullah ﷺ bersabda: "Hati-hatilah terhadap tiga hal yang dapat mendatangkan kutukan: berkemih di tempat air, di jalan raya, dan di bawah naungan (pohon)."

Sunan Ibnu Majah · No. 328 Hasan · Al-Albani

Bab Larangan Buang Air di Tempat Umum

Diriwayatkan bahwa Abu Sa'id Al-Himyari berkata: Mu'adh bin Jabal biasa menceritakan sesuatu yang tidak didengar oleh para Sahabat Rasulullah ﷺ, dan ia diam tentang apa yang mereka dengar. Berita tentang hal ini sampai k

Sunan An-Nasa'i · No. 40 Hasan shahih · Al-Albani

Bab Larangan Menggunakan Kotoran

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Aku seperti seorang ayah yang mengajarkan kalian. Ketika salah satu dari kalian pergi ke toilet, janganlah ia menghadap ke arah Qiblah dan jangan pula membelakanginya, dan jangan