Bab Cara Shalat Witir dengan Lima dan Menyebutkan Perbedaan Pendapat Mengenai Hukum dalam Hadits Witir
Rasulullah ﷺ biasa shalat witir dengan tujuh atau lima (rak'ah), tidak memisahkan antara keduanya dengan taslim.
20 hadits yang bikin shalat witirmu lebih sempurna
Rasulullah ﷺ biasa shalat witir dengan tujuh atau lima (rak'ah), tidak memisahkan antara keduanya dengan taslim.
Rasulullah ﷺ biasa berwitir dengan tiga belas raka'at, dan ketika beliau semakin tua dan lemah, beliau berwitir dengan sembilan.
Rasulullah ﷺ biasa shalat di malam hari delapan raka'at dan berwitir dengan tiga, serta shalat dua raka'at sebelum shalat Subuh.
Rasulullah ﷺ biasa mengucapkan salam setelah setiap dua raka'at, dan beliau melaksanakan witir dengan satu raka'at.
Rasulullah ﷺ biasa shalat malam sembilan raka'at, kemudian ketika beliau semakin tua dan berat, beliau shalat tujuh raka'at.
Nabi ﷺ biasa melakukan shalat witir dengan lima rakaat dan tidak duduk kecuali di rakaat terakhir dari rakaat-rakaat tersebut.
Zakariyya bin Abi Za'idah meriwayatkan dari Abu Ishaq, dari Sa'id bin Jubair, bahwa Ibn Abbas berkata: "Rasulullah ﷺ biasa berwitir dengan tiga raka'at. Pada raka'at pertama ia membaca, 'Maha Sucikan Nama Tuhanmu Yang Ma
Saya bertanya kepada Aisyah, ibu para mukmin: Dengan surah apa Rasulullah ﷺ melakukan witir? (Dia melaporkan hal yang sama seperti dalam hadits Ubayy bin Ka'b, No. 1418).
Witr adalah Haqq. Siapa yang ingin, silakan berwitir dengan lima (Raka'at), dan siapa yang ingin, silakan berwitir dengan tiga (Raka'at), dan siapa yang ingin, silakan berwitir dengan satu (Raka'at).
Narrated AbuAyyub al-Ansari: The Prophet ﷺ said: The witr is a duty for every Muslim so if anyone wishes to observe it with five rak'ahs, he may do so; if anyone wishes to observe it with three, he may do so, and if anyo
bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Shalat Witr adalah hak, dan siapa yang ingin melaksanakan Witr dengan lima raka'at, silakan; siapa yang ingin melaksanakan Witr dengan tiga, silakan; dan siapa yang ingin melaksanakan Witr d
Shalat Witir bukanlah wajib, tetapi itu adalah Sunnah dari Rasulullah ﷺ.
Witr adalah kewajiban, maka siapa yang ingin shalat witr dengan lima raka'at silakan, siapa yang ingin shalat witr dengan tiga, silakan, dan siapa yang ingin shalat witr dengan satu, silakan.
Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Shalat malam dilakukan dua raka'at dua raka'at, dan Witir adalah satu raka'at.’
bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda: 'Shalat Witr adalah hak, dan siapa yang ingin melaksanakan Witr dengan tujuh raka'at, silakan; siapa yang ingin melaksanakan Witr dengan lima, silakan; siapa yang ingin melaksanakan Witr d
Rasulullah ﷺ biasa melakukan Witir dan membaca: ‘Maha Sucikan Nama Tuhanmu yang Maha Tinggi.’, ‘Katakanlah: Wahai orang-orang yang kafir!’ dan ‘Katakanlah: Allah itu Esa.’.
Wahai Ahli Al-Qur'an, laksanakanlah witir, karena sesungguhnya Allah itu ganjil (witr) dan mencintai yang ganjil.
Rasulullah ﷺ biasa melakukan shalat witir di atas kendaraannya.
Diriwayatkan dari Ibn Abbas: Suatu ketika saya menghabiskan malam di rumah Maimunah (bibi saya). Saya tidur melintang di tempat tidur sementara Rasulullah dan istrinya tidur memanjang. Nabi ﷺ tidur hingga tengah malam at
Diriwayatkan bahwa 'Ali (رضي الله عنه) berkata: Rasulullah ﷺ shalat Witir di semua waktu malam, di awal, di tengah, dan di akhir. Kemudian di akhir, Witirnya adalah di akhir malam.