Bab
Shahih oleh Darussalam
haddatsana alanshariyyu, ishaqu ibnu musa haddatsana yunusu ibnu bukayrin, akhbarana muhammadu ibnu ishaqa, haddatsani azzuhriyyu, an urwaha, an aisyaha, annaha qalat awwalu ma abtudia bihi rasulu allahi mina annubuwwahi hina arada allahu karamatahu warahmaha alibadi bihi an la yara syayan ila jaat mitsla falaqi asshubhi famakatsa ala dzalika ma syaa allahu an yamkutsa wahubbiba ilayhi alkhalwahu falam yakun syayun ahabba ilayhi min an yakhluwa. qala abu isa hadza haditsun hasanun gharibun.
Dari Aisyah, ia berkata: "Pertama kali yang diinisiasi oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam kenabian, ketika Allah ingin memuliakannya dan memberikan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya, adalah bahwa ia tidak melihat sesuatu (dalam mimpi) kecuali bahwa itu akan terjadi seperti terbitnya fajar. Maka ia terus berada dalam keadaan itu selama yang Allah kehendaki, dan kesendirian menjadi sangat dicintainya, sehingga tidak ada yang lebih dicintainya daripada menyendiri."