Bab Apa yang Dikatakan tentang Wewangian Pria dan Wanita
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الْحَفَرِيُّ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنِ الْجُرَيْرِيِّ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنْ رَجُلٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " طِيبُ الرِّجَالِ مَا ظَهَرَ رِيحُهُ وَخَفِيَ لَوْنُهُ وَطِيبُ النِّسَاءِ مَا ظَهَرَ لَوْنُهُ وَخَفِيَ رِيحُهُ " .
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Wewangian untuk pria adalah yang tercium baunya dan warnanya tersembunyi, dan wewangian untuk wanita adalah yang warnanya terlihat dan baunya tersembunyi." (Artinya ketika keluar rumah seperti yang ditunjukkan oleh bab sebelumnya. Adapun di hadapan suami, maka wanita boleh memakai parfum yang wangi.)
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
