Bab Apa yang Dikatakan Tentang Wewangian Pria dan Wanita
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ، عَنْ سَعِيدٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ، قَالَ قَالَ لِي النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " إِنَّ خَيْرَ طِيبِ الرَّجُلِ مَا ظَهَرَ رِيحُهُ وَخَفِيَ لَوْنُهُ وَخَيْرَ طِيبِ النِّسَاءِ مَا ظَهَرَ لَوْنُهُ وَخَفِيَ رِيحُهُ " . وَنَهَى عَنْ مِيثَرَةِ الأُرْجُوَانِ . هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ .
Dari 'Imran bin Husain: "Nabi (ﷺ) berkata kepadaku: 'Sesungguhnya wewangian terbaik bagi pria adalah yang baunya terlihat dan warnanya tersembunyi, dan wewangian terbaik bagi wanita adalah yang warnanya terlihat dan baunya tersembunyi.' Dan beliau melarang Mitharatil-Urjawan (Mitharah adalah sejenis kain pelana. Sebagian ulama mengatakan itu adalah jenis kain tertentu yang terbuat dari sutra, dan sebelumnya telah disebutkan pada nomor 1760. Mereka berbeda pendapat tentang Al-Urjawan, dan mungkin itu berarti apa pun yang berwarna merah, maksudnya Mitahrah Merah, lihat Tuhfat Al-Ahwadhi).
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
