ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Tangan pencuri tidak dipotong kecuali untuk seperempat dinar atau lebih."
Bab Menyebutkan Perbedaan Abu Bakr bin Muhammad dan Abdullah bin Abu Bakr tentang Amrah, dalam Hadits ini
Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Amru bin Al-Sarh, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Ibn Wahb, dia berkata: Telah mengabarkan kepadaku Abdur-Rahman bin Salman, dari Ibn Al-Had, dari Abu Bakr bin Muhammad
Diriwayatkan dari Amrah bahwa Aisyah berkata: 'Pemotongan (tangan pencuri) adalah untuk seperempat Dinar atau lebih.'
Tangan pencuri dipotong karena harga perisai, dan harga perisai adalah seperempat dinar.
Rasulullah ﷺ biasa memotong tangan pencuri untuk satu perempat Dinar atau lebih.
Tangan (pencuri) tidak boleh dipotong kecuali untuk satu perempat Dinar.
Rasulullah ﷺ bersabda: "Tangan (pencuri) tidak dipotong karena sebuah perisai."
Tangan pencuri tidak dipotong untuk sesuatu yang kurang dari perisai.
Tidaklah tangan pencuri dipotong kecuali jika mencuri satu perempat Dinar atau lebih.
Tangan (pencuri) tidak boleh dipotong kecuali untuk sebuah perisai atau nilai setara.
Tangan (pencuri) tidak boleh dipotong kecuali untuk sebuah perisai atau nilai setara. Dan dia berkata bahwa 'Urwah mengatakan: Perisai itu bernilai empat Dirham.
Tidaklah tangan (pencuri) dipotong kecuali untuk sebuah perisai atau nilai setara dengannya.
Tangan pencuri tidak boleh dipotong untuk sesuatu yang kurang dari Hajafah atau Turs (dua jenis perisai), masing-masing yang bernilai (harga yang layak).
Tangan seorang pencuri tidak boleh dipotong kecuali untuk harga sebuah perisai.
Lima tidak boleh dipotong kecuali untuk lima.
Diriwayatkan dari Abdullah bahwa: Nabi ﷺ memotong (tangan pencuri) untuk (sesuatu) yang bernilai lima Dirham.
Nabi ﷺ tidak memotong tangan pencuri kecuali untuk nilai sebuah perisai, dan nilai perisai pada waktu itu adalah satu Dinar.
Tangan seorang pencuri tidak akan dipotong pada masa Rasulullah ﷺ kecuali untuk nilai sebuah perisai, yang pada waktu itu adalah satu Dinar.
Diriwayatkan bahwa Ayman berkata: "Tangan seorang pencuri tidak dipotong pada zaman Rasulullah ﷺ kecuali untuk nilai sebuah perisai, dan nilai perisai pada waktu itu adalah satu Dinar." (Dhaif)
Tangan seorang pencuri tidak dipotong pada masa Rasulullah ﷺ kecuali untuk harga sebuah perisai, yang pada waktu itu harganya adalah satu Dinar.
Tangan seorang pencuri dipotong untuk harga sebuah perisai, dan harga sebuah perisai pada masa Rasulullah ﷺ adalah satu Dinar, atau sepuluh Dirham.
Tangan seorang pencuri tidak boleh dipotong untuk kurang dari harga sebuah perisai.
"Harganya pada waktu itu sepuluh dirham."
harga perisai pada masa Rasulullah ﷺ diperkirakan sepuluh dirham.
dalam bentuk Mursal.
"Yang paling sedikit untuk mana tangan pencuri dipotong adalah harga sebuah perisai. Dan harga sebuah perisai pada masa itu adalah sepuluh Dirham."
Siapa pun yang berwudu dan melakukannya dengan baik, kemudian shalat (Abdur-Rahman berkata: dan shalat Isya), lalu shalat setelah itu empat raka'at dan melakukannya dengan baik (Sawwar berkata: dan memahami apa yang diba
Siapa pun yang berwudu dan melakukannya dengan baik, kemudian menghadiri shalat Isya dalam berjamaah, lalu shalat empat raka'at yang serupa setelah itu, membaca di dalamnya dan menyempurnakan rukuk dan sujudnya, maka bag
Harga sebuah perisai pada masa Rasulullah ﷺ adalah sepuluh dirham.