Bab Penyebutan Perbedaan Kata-kata Para Perawi Mengenai Berita Sahl di Dalamnya
Shahih oleh Darussalam
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُبَيْدٍ الطَّائِيُّ، عَنْ بُشَيْرِ بْنِ يَسَارٍ، زَعَمَ أَنَّ رَجُلاً، مِنَ الأَنْصَارِ يُقَالُ لَهُ سَهْلُ بْنُ أَبِي حَثْمَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ نَفَرًا مِنْ قَوْمِهِ انْطَلَقُوا إِلَى خَيْبَرَ فَتَفَرَّقُوا فِيهَا فَوَجَدُوا أَحَدَهُمْ قَتِيلاً فَقَالُوا لِلَّذِينَ وَجَدُوهُ عِنْدَهُمْ قَتَلْتُمْ صَاحِبَنَا قَالُوا مَا قَتَلْنَاهُ وَلاَ عَلِمْنَا قَاتِلاً . فَانْطَلَقُوا إِلَى نَبِيِّ اللَّهِ ﷺ فَقَالُوا يَا نَبِيَّ اللَّهِ انْطَلَقْنَا إِلَى خَيْبَرَ فَوَجَدْنَا أَحَدَنَا قَتِيلاً . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " الْكُبْرَ الْكُبْرَ " . فَقَالَ لَهُمْ " تَأْتُونَ بِالْبَيِّنَةِ عَلَى مَنْ قَتَلَ " . قَالُوا مَا لَنَا بَيِّنَةٌ . قَالَ " فَيَحْلِفُونَ لَكُمْ " . قَالُوا لاَ نَرْضَى بِأَيْمَانِ الْيَهُودِ . وَكَرِهَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَنْ يَبْطُلَ دَمُهُ فَوَدَاهُ مِائَةً مِنْ إِبِلِ الصَّدَقَةِ . خَالَفَهُمْ عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ .
Diriwayatkan dari Sa'id bin 'Ubaid At-Ta'l dari Bushair bin Yasar yang berkata: "Seorang lelaki dari kalangan Ansar yang bernama Sahl bin Abi Hathmah memberitahunya bahwa sekelompok dari kaumnya pergi ke Khaibar, di mana mereka berpisah. Kemudian mereka menemukan salah satu dari mereka terbunuh. Mereka berkata kepada orang-orang yang berada di tanah mereka: 'Kalian telah membunuh teman kami!' Mereka berkata: 'Kami tidak membunuhnya dan kami tidak tahu siapa yang membunuhnya.' Mereka pergi kepada Nabi Allah dan berkata: 'Wahai Nabi Allah, kami pergi ke Khaibar dan kami menemukan salah satu dari kami terbunuh.' Rasulullah ﷺ berkata: 'Biarkan yang lebih tua berbicara terlebih dahulu.' Dan beliau berkata kepada mereka: 'Bawakan bukti tentang siapa yang kalian curigai membunuhnya.' Mereka berkata: 'Kami tidak memiliki bukti.' Beliau berkata: "Maka biarkan mereka bersumpah kepada kalian.' Mereka berkata: 'Kami tidak akan menerima sumpah orang Yahudi.' Rasulullah ﷺ tidak ingin darahnya sia-sia, maka beliau membayar diyah seratus unta dari sedekah." 'Amr bin Shu'aib berbeda pendapat dengan mereka.